Minggu, 22 Mei 2016
Pil
Tiga tahun lalu saya menonton film
Limitless ( Bradley Cooper, Abbie Cornish, Rober DeNiro). Kisah tentang
penemuan pil NZT-48 yang mampu membuat siapapun yang meminumnya menjadi orang
super cerdas. Orang dengan pil super cerdas ini menjadi rebutan perusahaan
besar untuk menyaingi lawan bisnisnya. Sebuah film yang inspiratif !
Kemarin, di facebook, saya diberi link tentang sudah akan dimulainya penjualan pil dengan nama Pil Limitless seperti dalam film tersebut. Bahkan sebentar lagi akan dijual di Indonesia !
Kemarin, di facebook, saya diberi link tentang sudah akan dimulainya penjualan pil dengan nama Pil Limitless seperti dalam film tersebut. Bahkan sebentar lagi akan dijual di Indonesia !
Serve
Kemarin kedatangan tamu istimewa.
Tetangga sebelah yang sudah tiga tahun tinggal bersama, tapi tak pernah saling
kunjung. Bertegur sapa seadanya saja. Saya selalu membuka pintu, beliau banyak
menutup pintu. Ini problem kerukunan berterangga. Maka, sungguh hari yang luar
biasa ketika dia mengetuk pintu dan asisten isteri saya membuka pintu tamu
istimewa kami. " Saya datang untuk mengucapkan terimakasih dan mohon
maaf," katanya. Saya kurang paham kemana arah tujuan pembicaraan ini.
Sebagai tuan rumah saya mencoba diam." Maaf baru berkunjung sekarang karena saya salah menerima informasi tentang bapak. Bapak kata orang seorang provokator dan suka menghasut orang. Tapi saya salah. Kemarin kami bertemu banyak tetangga dalam acara selamatan kelahiran cucu kami dan baru tahu info yang kami terima berbalik 100 derajat. Kami juga mengucapkan terimakasih saat kami sedang kesulitan mencari toko bangunan yang bisa antar jemput, hanya bapak yang merespon dan memberi kami nomor kontak toko itu. Ketika saya ke sana saya malah bisa bayar belakangan setelah pemilik toko tahu saya tetangga dekat bapak. Sekali lagi maaf secara pribadi dan terimakasih. Sebuah ucapan tulus dan saya memilih diam untuk memberi kesempatan kepadanya melepaskan energi negatif dan menghirup nafas positif dalam dirinya. Jadi saya diam saja.
Sebagai tuan rumah saya mencoba diam." Maaf baru berkunjung sekarang karena saya salah menerima informasi tentang bapak. Bapak kata orang seorang provokator dan suka menghasut orang. Tapi saya salah. Kemarin kami bertemu banyak tetangga dalam acara selamatan kelahiran cucu kami dan baru tahu info yang kami terima berbalik 100 derajat. Kami juga mengucapkan terimakasih saat kami sedang kesulitan mencari toko bangunan yang bisa antar jemput, hanya bapak yang merespon dan memberi kami nomor kontak toko itu. Ketika saya ke sana saya malah bisa bayar belakangan setelah pemilik toko tahu saya tetangga dekat bapak. Sekali lagi maaf secara pribadi dan terimakasih. Sebuah ucapan tulus dan saya memilih diam untuk memberi kesempatan kepadanya melepaskan energi negatif dan menghirup nafas positif dalam dirinya. Jadi saya diam saja.
Senin, 02 Mei 2016
Baris Gerimis Dan Secangkir Kopi
Rajut gerimis berbaris rapi pada dinding senja...
Memeluk temaram dengan sejuk dinginnya...
Senada untai ceritaku pada secangkir kopi senja ini...
Tentang kerinduanku pada manis senyummu..
Juga tentang sejuk sapa dan riuh tawamu wahai kekasih...
Termangu aku dalam hanya...
Semua hanya kamu...
Betapa tak lelahnya engkau berlenggok di balik pejaman mata..
Bersama gerimis senja dan secangkir kopi ini...
Kusampaikan bisik syahdu untukmu...
aku merindumu teramat sungguh...
Purworejo (2/5/16)
Langganan:
Postingan (Atom)



